Karya : Achmad Chodjim
Harga : Rp 42.900,-
Penerbit : Serambi
Sunan Kalijaga, alias Raden Syahid. Seorang putera tumenggung. Tetapi, alih-alih mewarisi kekuasaan dari ayahnya, dia justru memilih menjadi pegiat spiritual Islam di Tanah Jawa. Oleh Dewan Wali Songo, dia kemudian diangkat sebagai salah satu anggotanya untuk menggantikan Syekh Subakir yang kembali ke Persia. Namanya akrab di telinga Islam Jawa. Dan, nyatanya dialah satu-satunya wali yang bisa diterima oleh berbagai pihak, baik oleh mutihan maupun abangan, santri maupun awam.
Buku ini bukan cerita tentang kisah hidup Sunan. Buku ini menyorot aspek lain dari tokoh ini yang tak banyak diketahui orang, yaitu ajaran dan kearifannya. Anda akan tahu bahwa banyak sekali praktik-prakti agama Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, berasal dari Sunan Kalijaga.
- Rumeksa ing Wengi. Sebuah doa susunan Sunan dalam bahasa Jawa yang masih diamalkan oleh orang-orang Islam di Nusantara. Khasiatnya adalah untuk menolak bala, menyingkirkan penyakit, mengusir hama dan penyakit tanaman. Juga, membebaskan diri dari jeratan hutang, bahkan melindungi diri dalam pertempuran.
- Gerebeg Mulud dan Sekaten. Dua institusi spiritual yang dimanfaatkan Sunan untuk melakukan dakwah dengan pendekatan budaya.
- Sedulur Papat Kalima Pancer. Saudara empat yang pusatnya adalah Diri manusia. Itulah ajaran makrifat Islam. Keimanan tidak dipandang sebagai kepercayaan belaka, tetapi sistem perilaku untuk membangkitkan Sang Pribadi. Agar dapat kembali dengan sempurna ke Hadirat-Nya.
Membaca buku ini, kita diajak berkelana ke alam mistik dan makrifat Sunan Kalijaga. Di samping perkara-perkara di atas, ada lagi soal wasilah, selamatan, reinkarnasi, dan ihwal-ihwal lain yang tak kalah kontroversinya. Yang mengasyikkan, Achmad Chodjim mendiskusikan isu-isu ”berat” itu dengan bahasa yang ringan, komunikatif, sesekali bahkan mengobrol.
